Minggu, 03 November 2019

membasuh

Selama ini,kunanti
Yang kuberikan datang kembali.
Tak kunjung pulang.

Sepenggal lirik dari kolaborasi Hindia dengan Rara Sekar yang sarat akan kejujuran.

Untuk kamu yang sudah 19 tahun 27 hari hidup di dunia ini.
Sebulan belakangan kita sedang dilanda masalah,tentang kamu yang tak paham arti sayang yang saya maksud,tentang kita yang akhir akhir ini berselisih,tentang egoku dan egomu yang tak kunjung menyatu.

Setelah seminggu belakangan masalah mencapai klimaksnya,perspektif kita tak kunjung larut menjadi satu,malah seperti air dan minyak dalam wadah yang sama

Saya hanya ingin kamu mengerti,
Saya selalu ada untukmu,
Selama hati masih kamu genggam
Selama itu saya akan terus ada
Sampai Tuhan mengembalikannya kepadaku
Dan jika Tuhan malah menukar hati kita?
Siap tak siap tetap harus kita jalani.
Yang bisa saya beri hanya rasa tulus,
Saya tak bisa marah kepadamu
Sudah berulang kali kucoba
Kamu orang ketiga,yang membuatku berani bertatap mata.
Ketiga setelah Ibu dan Adikku.
Menatap matamu,seperti api besar yang ditelan laut.
Hangat rasanya.

Mohon maaf jika saya belum bisa mengerti kamu,hidupku juga berat
kita memikul beban yang sama
Hanya saja,mungkin kita berjalan dalam lintasan elips
yang awalnya setitik,lalu berpisah dan akhirnya kembali lagi

Tugasku menyayangimu,perihal itu akan berbalik kepadaku?
saya tak memintanya
Saya hanya meminta yang terbaik buat kita
Bahkan jika kita hanyalah pelabuhan untuk bersandar sementara
Saya rela

Kadang benakku bentrok dengan perasaanku
Perihal menyatakan perasaanku saat waktunya belum tepat
Terlalu dini untuk menyatakan
Mungkin membuatmu risih

Bahkan benakku belum mengerti isi hatiku, apakah hati ini sudah benar benar punyamu?atau hanya menyimpan kagum untuk menjagamu lebih lama

Kamu berubah

Kita yang dulunya tak mengenal jaim satu sama lain
Sekarang justru menjaga jarak
Saya terlalu memprioritaskanmu
Bahkan kesibukanku tak berarti saat pesan masuk darimu berlabuh di notifikasi.
Pertanda topik kita akan segera habis

Di tulisan ini,saya hanya ingin jujur bahwa kamu adalah manusia biasa sama sepertiku
untuk ucapan yang kataku saya tak pantas untuk memilikimu?
yah itu memang benar,tapi hanya perkara waktu saja
saya tidak ingin memilikimu dengan batas kekasih.
Lebih dari itu,dimana tak ada pengekangan,cukup saling percaya
tak ada intimidasi,cukup saling menyemangati
tak ada rasa sakit hati,cukup saling peduli

Kita sederajat,kita sama sama manusia perihal saya tak pantas memilikimu hanya pikiran berlalu saja.
sekarang
kita berjalan beriringan,entah tujuan kita kemana
saya tak peduli
Yang ada hanya
Kamu seekor burung tanpa sayap
Dan saya,sayap pelindungmu

Saya harap,dengan menulis tulisan ini perasaan yang berkecamuk didada saya bisa reda.
Sakit rasanya jika terus memendam.
Tulisanku ini mewakili pesan didalam lubuk hati yang sedang sekarat.

Yang terakhir

Setelah membaca history chat kita,saya akhirnya sadar
yang kurindukan bukan hanya sosokmu bahkan juga kenangannya.

Terimakasih

Sedikit air,yang kupunya
Milikmu juga bersama
Bisakah kita tetap memberi
Walau tak suci
Bisakah terus mengobati
Walau membiru
Cukup resah tuk mengasihi,tuk mengampuni
Tanpa memperhitungkan rasa yang lain
Walau kering bisakah kita tetap
Membasuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar