Selasa, 03 September 2019

a


 Hai,saya Rezky

 sedang berusia 18 tahun

 Ini adalah keluh kesah saya

 Selama ini,hidup yang saya jalani terkesan   biasa saja.
 Kenapa saya mengatakannya?


Lahir dikalangan keluarga yang sibuk memikirkan laba dan jumlah barang, saya dibesarkan dengan ideologi seorang pengusaha, yah pengusaha.

Ayah saya dulunya seorang pegawai kantoran,sarjana teknik elektro universitas merah tahun 1986,seorang bos dalam keluarga kecilku yang merangkap pegawai di sebuah perusahaan besar, ayahku seolah seperti fisikawan,ia selalu marah jika saya membawa pulang oleh oleh semisal nilai ulangan harian fisika dan matematika yang rendah.
Setiap ia marah,ijazah Ayah yang menunjukkan modus b dan c dan hanya ada 1-2 A dan A- selalu terlintas dibenakku,bagaikan sebuah bengkel ditengah lintasan balap,bagaikan sebuah mobil ferrari berkecepatan 200km/jam yang ingin mengganti ban yang aus, Ayah memaki-ku padahal nilainya sendiri sepadan denganku.

Ibu saya dulunya seorang lulusan SLTA/sederajat,entah lulus tahun berapa yang jelas beliau lahir tahun 1973,bisa dihitung kan? Selisih umur lulusan SLTA dan tahun kelahirannya, yap sekitar tahun 1991, sepuluh tahun sebelum saya menghembuskan nafas pertama.
Ibu saya adalah seorang yang sabar dan dan terkesan kepo,setiap saya pulang ia selalu ingin mendengar cerita saya walau hanya cerita tentang satpam sekolah yang ban motornya saya kempeskan karena parkir di pinggir lapangan sepakbola di sekolahku dulu.
Lumayan risih sih,dimana ada sesorang yang selalu ingin tahu soal keseharianmu padahal tiap 18 jam selalu tinggal seatap.

Saya punya 2 kakak tiri,dan mereka tak tak patut untuk saya jelaskan disini,privasi,jika diibaratkan brownies,mereka berdua adalah kismis,yah tau kan? Yang namanya brownies,tanpa kismis pun tetap brownies
ya lupakan saja bagian ini

kembali keawal cerita

saya dibesarkan di lingkungan bisnis,bahkan sejak umur 5 tahun saya sudah mengenal mata uang,mana uang yang patutnya ramai di kasir kasir outlet yang ada di mall dan mana uang yang seharusnya ada di kantung tukang parkir liar di minimarket,ya secepat itu saya tau hal hal rumit semisal uang.

waktu sd saya adalah seorang yang  menurut saya mudah diperdaya,tapi kelebihannya saya bebas bergaul dengan siapa saja,sampai saya mengenal ekstasi dan sabu diumur 7 tahun.
Bukan,bukan saya yang pakai,saya hanya melihat teman teman saya mengonsumsi seplastik butiran bening mirip kaca yang dibakar dengan api kecil didalam sebuah pyrex,asap yang halus dan tipis membuat saya berada dalam sebuah kamar gelap sendirian, raga mereka masih ada,tapi jiwa mereka terbawa oleh halusinasi hingga ke langit ke-7.

Masuk smp saya dikelilingi oleh kakak kakak kelas gila namun punya nurani seperti patrick star,tampang sangar hati hello kitty.
setiap hari diajakin ke kantin belakang,bersebelahan dengan wc,kantin "Tante Nia" seorang janda baik yang berjualan mie instan dibarengi nasi goreng dan telur,setiap kali makan kesana selalu dibarengi dengan kumpulan kakel (kakak kelas) yang melinting sebungkus  ganja sintetik lalu dibakar dan dihisap rame rame,yah itulah seniorku,dasar senior senior ga danta.

dari sinilah saya menarik kesimpulan jika diawal saya bilang hidup saya biasa saja,yah memang biasa.
Karena setiap hari saya bisa melihat apa yang orang orang anggap sebagai sampah,apa yang tidak biasa dilihat orang orang.
Dan bahkan,sampah pun bisa menjadi penerus negara,sampah pun punya nilai,entah semurah apapun nilainya kalau diasah/dikembangkan dengan semestinya,nilai yang sekecil apapun bisa berubah hingga sebesar truk ton ton pengangkut limbah.

Sudah jam 12 pagi,saya pamit dulu
maaf jika ada kata yang tidak semestinya tercantum dalam blog saya,sesungguhnya saya hanya manusia biasa yang tak tak luput dari kesalahan.

Selamat Tidur,salam buat seseorang dimimpimu

Have a nice dream

Tidak ada komentar:

Posting Komentar